Kultur Hak Asasi Manusia di Negara Liberal

 

Rp63,500

Semua buku ORIGINAL dan KONDISI BAIK


Penyusun : Robertus Robet dan Todung Mulya Lubis

Pengantar : Todung Mulya Lubis

Penulis: Andi Achdian  Daniel Hutagalung  Geger Riyanto  Hendrik Boli Tobi  Robertus Robet  Syaiful Arif  Wilson

ISBN 978-602-0788-08-1

14 x 20,3 cm; x + 264 hlm

Weight 0.25 kg

Penerbit: Marjin Kiri


Gelombang revolusi demokrasi akhir 1980an dan perubahan politik yang terus berlangsung hingga akhir 1990an di pelbagai kawasan, termasuk di Indonesia pada 1998, sering disebut secara optimistis sebagai zaman hak. Diyakini bahwa kinilah zaman ketika hak asasi manusia menjadi satu-satunya ide moral yang telah mendapat penerimaan secara universal.


Namun, optimisme tersebut rupanya tak berumur panjang. Sekalipun hak asasi telah menjadi platform dan bahasa baku dalam pergaulan antar bangsa di era globalisasi kini, namun roh dan nilai-nilai universal serta semangat revolusi demokratis yang diembuskan sebelumnya ternyata mulai padam di mana-mana. Universalitas hak asasi digerogoti secara parah di banyak tempat. Kebangkitan populisme kanan dan ultra nasionalisme membuat demokrasi melorot dari stagnasi menjadi regresi. Di negara-negara yang tradisi politiknya lebih banyak berwarna nasionalistik dengan sifat-sifat komunalisme yang kuat, penurunan demokrasi akan dengan sendirinya menyeret kemerosotan terhadap hak asasi secara fundamental.


Pelbagai penulis dalam buku ini mendeskripsikan secara lugas dan mendalam bagaimana kultur hak asasi yang universal itu tumbuh dan bernegosiasi dengan pelbagai paham dan kecenderungan yang partikular dalam sejarah dan budaya politik di Indonesia.


Untuk pembelian, klik di sini!


0 comments:

Post a Comment

 

Contact Us

Follow Us on Social Media

Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Total Pageviews